Thursday, December 25, 2014

University or Major? Which one?


Postingan ini mungkin lebih tepat jika dibaca oleh teman-teman SMA kelas 3 yang akan lulus dan mulai mengenal dunia perkuliahan, semoga tulisan saya ini bisa sedikit menambah referensi sebelum teman-teman memilih jurusan kuliah nanti.

So, hari Rabu kemarin saya dan teman berbincang-bincang mengenai pendidikan, dan ada pertanyaan menarik dari teman
"Mana yang lebih kamu pertimbangkan? jurusan kuliah atau universitasnya?"
Bagi saya, pertanyaan tersebut sepertinya tidak ada masalah karena saya sudah menjalani dunia perkuliahan, namun bisa jadi pertanyaan tersebut akan membuat teman-teman siswa SMA pusing dan galau.

Baiklah, disini saya akan coba memberikan pendapat saya mengenai hal tersebut. Akan saya berikan tiga tips terkait jawaban dari pertanyaan tersebut:

Thursday, December 18, 2014

Care for Nation


Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman terlibat dalam percakapan "urun rembug" tentang Indonesia. Kegiatan yang semula belajar english conversation itu berubah haluan menjadi membicarakan Indonesia karena beberapa keyword yang terucap seperti "dream, pembangunan, peran pemuda, nasionalisme, kepedulian, dll"

Dua kali saya berdiskusi mengenai hal itu, hari Senin dan hari Kamis lalu, dan menurut saya diskusi tersebut berakhir dengan "sad ending", bahwa nyatanya, menurut kami, Indonesia masih jauh dari negara dengan sistem yang baik dari sisi pemerintah maupun masyarakatnya.

Ada satu topik yang ingin saya tulis disini terkait diskusi tersebut yaitu tentang "kepedulian membangun Indonesia".

Teman saya, seorang mahasiswa teknik, bercerita ada kakak kelasnya yang sangat pintar dan potensial. Ia kamudian lulus dengan nilai yang memuaskan kemudian berencana untuk menjadi dosen di almameternya, namun kenyataan berkata lain, ia ditolak karena suatu alasan yang aneh, bahwa ia adalah seorang keturunan Tionghoa. Karena sakit hati, lantas ia melamar menjadi dosen di Kanada, dan ia sangat dihargai di sana, hingga sampai saat ini ia menetap di negara tersebut.

Sunday, November 30, 2014

Book


Hidup saya diwarnai dengan kehadiran buku-buku.

Saya masih ingat hingga sekarang, bahkan mungkin kakak saya juga masih ingat, bagaimana kami sewaktu kecil menghabiskan waktu di dalam kamar membaca buku-buku hadiah dari paman saya. Paman saya adalah seorang kutu buku, beliau sering sekali menghadiahi kami buku-buku bacaan anak-anak, seperti petualangan Tintin, Paman Gober, Bobo, dan Ensiklopedia anak-anak. Ada pula buku humor jaman dulu seperti Master-Q, buku yang sangat lucu dan tidak bosan-bosan saya baca bersama teman-teman.

Tidak lupa juga komik-komik seperti Dragon Ball, Kungfu Komang, Monica, Ranma, Break Shoot, Samurai-X, dan lain-lain. Saya juga tidak akan lupa waktu itu pernah membuat komik sendiri, komik Samurai-X dengan level gambaran yang sangat payah namun disukai teman-teman masa kecil saya.

Begitu pula dengan kenangan bersama sahabat ngaji saya, membeli majalah Hopla atau Fantasy selepas pengajian sore di masjid. Sempat pula dulu selama satu tahun waktu masih SMP, saya dan kakak berlangganan majalah XY-Kids.

Sunday, November 16, 2014

Push Yourself

"No Pain, No Gain ; Berakit-rakit ke hulu, bersenang-senang kemudian"
Istilah di atas sampai jaman ini sepertinya masih berlaku. Bahwa untuk mendapatkan sesuatu kita perlu untuk bekerja keras dan memaksa diri kita menuju apa yang kita inginkan.

Richard St. John telah melakukan riset selama tujuh tahun dan melakukan sekitar 500 wawancara dengan orang-orang sukses, termasuk Bill Gates di dalamnya, dan ia merangkumnya dalam buku "8 to be Great" atau Anda bisa melihat talk-nya "8 Secrets to success" di channel TED. Salah satu dari rahasia sukses yang ia dapatkan ialah "Push Yourself".

Sunday, November 9, 2014

Meaningful

"Gunung tidak perlu tinggi, yang penting ada dewanya. Sungai tidak perlu dalam, yang penting ada naganya. Jadi orang tidak perlu besar dan hebat, yang penting ada artinya"
 Quote di atas berasal dari tulisan Dahlan Iskan di buku Dua Tangis dan Ribuan Tawa yang sedang saya baca. Sebuah quote yang powerful dan mungkin adalah cerminan diri penulisnya, Dahlan Iskan sendiri. Keyword "Kerja Keras" adalah penggambaran Dahlan Iskan yang semua orang pasti setuju. Bahkan dalam bukunya "Ganti Hati" beliau berkata:
"Saya akan bersyukur atas hati baru saya dengan menghabiskan sisa umur dengan bekerja sekeras dan seefektif mungkin"
Saya setuju bahwa Bapak Dahlan Iskan adalah sosok asli Indonesia yang berjuang demi kemajuan bangsanya. Berbagai terobosan dan kontribusi pada negara telah ia berikan mulai dari memperbaiki PLN hingga BUMN ketika ia menjadi Menteri BUMN periode yang lalu. Semua yang ia lakukan adalah untuk memberi "arti" bahwa seseorang hidup memang seharusnya berguna untuk orang lain.

Monday, November 3, 2014

Care and Giving


Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Rabu, 29 Oktober 2014 saya merasakan galau yang sangat. Saya merasa bahwa banyak sekali pikiran ruwet yang bersarang di otak saya, dan turun ke hati menjadi perasaan yang tidak karuan. Pagi itu seharusnya saya mengambil data untuk tugas akhir saya, namun, sepanjang pagi saya tidak bisa konsentrasi, dan saya seakan-akan berdiri sendiri, sepi, sama sekali tidak memperhatikan apa yang ada di sekitar saya.

Saya merasa bahwa hari itu adalah puncak komulatif beban pikiran dan moral yang saya rasakan atas segala tindakan di luar batas dan beresiko yang saya lakukan akhir-akhir ini. Saya merasa segalanya menumpuk menjadi satu. Pagi itu, saya merasa bahwa tidak ada lagi seseorang yang bisa saya jadikan 'tempat sampah' karena saya menganggap bahwa apa yang saya rasakan sudah sangat kompleks. Bahkan pacar saya, yang selama ini selalu memberi saya support atas segala apa yang saya lakukan, tidak bisa membuat hati ini merasa tenang.

Saturday, October 18, 2014

Be Honest to Ourself


Satu minggu yang lalu, pada hari yang sama seperti hari ini, di waktu yang hampir sama pula, saya dan teman-teman Students Care melakukan kegiatan rutin kami yaitu berkunjung ke SMA di Klaten dan memberikan sosialisasi mengenai jurusan kuliah. 

Kebetulan saya masuk di kelas yang kata teman-teman, kelas favorit. Kenapa favorit? karena siswa-siswi nya aktif dan sangat mendukung kegiatan kami selama ini.

"Ritual" pembuka untuk mengawali sosialisasi biasanya kami mengajak siswa untuk melakukan ice breaking agar suasana kelas menjadi cair dan lebih fun. Pada saat itu saya mengajak teman-teman satu kelas semua untuk menuliskan mimpinya pada satu kertas, selama 5 menit kami semua menulis mimpi-mimpi kami, begitu pula dengan saya yang menulis mimpi saya di papan tulis.

Wednesday, October 1, 2014

Klaten, Balairung Klaten Association


Postingan ini saya tujukan untuk teman-teman saya di Keluarga Mahasiswa Klaten UGM "Balairung Klaten Association" (Bklass).

Bklass itu Ga Penting

Teman, statement "Bklass tidak penting" banyak sekali saya dengar dari orang lain. Mereka yang juga berasal dari Klaten menyatakan hal demikian, mereka menganggap bahwa Bklass hanyalah main-main belaka, hanyalah menghambur-hamburkan waktu, menghambur-hamburkan uang.

Beberapa statement seperti
"Bklass itu ga jelas" atau "Bklass itu hanya membuat sibuk" atau "Bklass membuat nilaiku turun" atau "Bklass tidak berkelas, tidak eksklusif" atau "Bklass itu ndeso" atau "Bklass tidak punya sistem".dll

Sunday, September 28, 2014

Teachers

"Guru, kita bisa mengatakan banyak hal tentang kekurangan mereka, tapi lupakah kita bahwa kita adalah produk dari mereka. Kita bisa menjadi orang karena didikan mereka. Kita suka lupa untuk mengapresiasi mereka. Pernahkah kita secara langsung berterima kasih dengan mereka?" - Bagus Arya Wirapati
Entah mengapa setiap saya mendengar atau membaca buah pikiran dari para pengajar muda, selalu ada saja inspirasi yang saya dapatkan dari mereka. Beberapa waktu lalu saya melihat TEDxUI dari Bagus Arya, seorang Pengajar Muda yang mengajar di Rupat, Bengkalis, Riau. Saya setuju bahwa kita sangat jarang sekali mengapresiasi kebaikan dari guru. Saya menyadari bahwa saya pribadi sangat kurang sekali berterima kasih kepada mereka. Maka tulisan ini saya dedikasikan kepada guru-guru saya, agar namanya tidak hilang dan tercatat dalam sejarah, baik bagi saya pribadi maupun untuk masyarakat, khususnya yang mengenal sosok-sosok yang namanya ada di dalam tulisan saya ini.

Pertama, Terima kasih saya kepada Bapak Jajang Susatya dan Ibu Sukamti, Ayah dan Ibu saya yang telah memberikan lebih dari apa yang saya butuhkan, memberikan kasih sayang yang tidak dapat dibeli, tidak dapat tergantikan. Terima kasih atas segala ilmu kehidupan yang diajarkan kepada saya, ilmu untuk selalu menjadi pribadi yang rendah hati dan selalu taat kepada ajaran agama. Ayah dan Ibu saya tidak pernah lelah untuk menjadi "alarm hidup" yang selalu membangunkan anaknya yang malas untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Ayah dan Ibu yang selalu peduli kepada masa depan anaknya.

Saturday, September 20, 2014

Leader

Leadership adalah action, mengambil peran, mengemban tanggung jawab. Challenge your weakness, kurung diri Anda pada situasi tidak bisa kemanapun,maka Anda akan bisa memunculkan kemampuan yang luar biasa.Ketika sudah memilih untuk menjadi pemimpin, dan membuat keputusan,bersiaplah untuk tidak populer - Singgih S Kartono
Tiga kali saya bertemu tokoh ini, pada waktu expo mata kuliah produk desain, saat Future Leader Summit, dan terakhir hari ini saat audisi Nutrifood Leadership Award. Walaupun sudah 3 kali bertemu, tapi saya tetap merasa amaze dengan sosok satu ini. Singgih Susilo Kartono, desainer kelas dunia peraih banyak penghargaan yang merupakan lulusan Produk Desain ITB dan kini menetap untuk mengembangkan desanya, desa Kandangan, Temanggung.

Seorang yang menerjang batas, membalikan kebiasaan, membawa skill dan wawasan kelas dunia untuk diterapkan di desa tercintanya. Visinya adalah mengembangkan desa, karena baginya, desa adalah miniatur Indonesia. Desa memiliki segalanya, mulai dari pemerintahan, sistem, sumber daya manusia, maupun sumber daya alam. Menurutnya, sejatinya, masyarakat desa adalah masyarakat yang mandiri dan dapat mencukupi kebutuhanya sendiri.

Friday, September 19, 2014

Colaboration Generation

 
Yakinkan dirimu engkau bisa taklukan dunia
Bersama kita ciba move our feet
Never resist or quit, take some speed
Kolaborasi dan karya sinergi hasrat jiwa
We are the change that Indonesia needs
Yes indeed, generasi sinergi
Lirik lagu dari "Generasi Synergi" Barry Likumahuwa Project benar-benar powerful. Walaupun lagu tersebut rilis pada tahun 2008, namun spirit yang dibawakan masih bisa sesuai dan pas hingga tahun 2014 ini.

Kolaborasi, dewasa ini adalah hal yang sangat familiar bagi kita. Banyak aktivitas-aktivitas baru yang bersumbu pada kolaborasi, sebut saja flash mob, marathon, pergerakan pemuda, komunitas, gerakan sedekah massal, socialpreneur, dan banyak gerakan-gerakan besar lain seperti Indonesia Mengajar, TED maupun TEDx, bahkan tahun 2015 ini kolaborasi akan dilakukan oleh negara-negara bagian Asia Tenggara dengan program AEC (Asean Economic Community).

Friday, September 12, 2014

Phase 6,7%


Shapeless. Like water. You put water into a cup, it becomes the cup. Put it in a teapot, it becomes the teapot. Water can flow. Or creep or drip or crash. Be water, my friend
Bruce Lee 

Mahasiswa. Mahasiswa adalah tahap dimana seseorang bisa memilih hendak seperti apa. Ketika dalam tahap ini, seseorang dapat menentukan arah hidupnya sendiri.

Bagi saya, menjadi mahasiswa adalah menjadi diri sendiri. Tidak ada pihak manapun yang dapat mempengaruhi. Orang tua, saudara, dosen, teman tidak dapat menentukan apa yang menjadi pilihan seorang mahasiswa. Mahasiswa adalah going on my way.

Wednesday, September 3, 2014

Being Different


"Kamu kok masih sibuk aja, ga fokus skripsi aja kayak yang lain?"

Teman saya menanyakan hal tersebut saat dia melihat saya sedang mengerjakan poster untuk kegiatan Bklass Sharing Shareng. Dia adalah teman satu jurusan saya, satu angkatan. Kami berdua sama-sama mahasiswa tingkat akhir. 

Pertanyaan yang sangat wajar. Bahkan teman komunitas saya pernah nyeletuk

"Mas, kamu tu harusnya udah lulus."

atau

"Mas, selo tenan, skripsine gek ndang digarap." 
(Mas, santai banget, skripsinya buruan dikerjakan!)

Saturday, August 30, 2014

Learn and be Grateful


"Menjadi mahasiswa janganlah hanya mengejar ijazah saja, kejarlah skill, jika kamu punya skill, kamu bisa makan, dimanapun kamu berada"
Nasihat itu bukanlah berasal dari Dosen, Bos Perusahaan, Tokoh Terkenal, Pahlawan, Mahasiswa, Profesor, Eksekutif Muda, Aktifis Organisasi, bukan pula dari Kyai atau sosok-sosok besar lainya.

Bukan pula dari Ayah saya, atau ibu saya. Bukan dari kerabat dekat, bukan dari pacar, bukan pula dari teman.

Nasihat yang berbau "akademis" itu berasal dari seorang live enjoyer yang pernah mencicipi bangku SMK namun tidak tamat dan juga seorang difabel. Beliau adalah Pak Yunanto.

Pak Yunanto adalah teknisi yang mahir memodifikasi motor roda tiga bagi difabel agar dapat memiliki mobilitas tinggi dan mandiri.

Passion


"Bro, gue habis baca buku keren banget"

Tiba-tiba statement itu keluar dari mulut teman saya, Akbar. Saya dan Akbar adalah teman satu kos, dimana kami sering berdiskusi mengenai buku yang kami suka. Ketika saya tanya "Buku apa Bar?", dia hanya menjawab "Ntar aja gue kasih tau".

Beberapa hari kemudian, Akbar pindah kos. Saya membantunya mengurus berbagai keperluan, hingga akhirnya proses pindah kos selesai. Saat saya sedang tiduran di kamar Akbar yang baru karena capek seharian angkat-angkat barang, tiba-tiba Akbar menyodorkan sebuah buku

"Ini buku keren yang gue maksud, baca deh"

Itu adalah buku karangan Rene Suhardono #UltimateU2. Saya sedikit tahu tentang Rene. Seorang teman saya pernah bercerita tentang dia sebelum ini. Seketika itu saya tanyakan ke Akbar,

"Emang lo yakin ya kalo dengan passion lo bisa sukses dan kaya?"

dia cepat menjawab

"Jelas!"