Showing posts with label Attitude. Show all posts
Showing posts with label Attitude. Show all posts

Thursday, December 18, 2014

Care for Nation


Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman terlibat dalam percakapan "urun rembug" tentang Indonesia. Kegiatan yang semula belajar english conversation itu berubah haluan menjadi membicarakan Indonesia karena beberapa keyword yang terucap seperti "dream, pembangunan, peran pemuda, nasionalisme, kepedulian, dll"

Dua kali saya berdiskusi mengenai hal itu, hari Senin dan hari Kamis lalu, dan menurut saya diskusi tersebut berakhir dengan "sad ending", bahwa nyatanya, menurut kami, Indonesia masih jauh dari negara dengan sistem yang baik dari sisi pemerintah maupun masyarakatnya.

Ada satu topik yang ingin saya tulis disini terkait diskusi tersebut yaitu tentang "kepedulian membangun Indonesia".

Teman saya, seorang mahasiswa teknik, bercerita ada kakak kelasnya yang sangat pintar dan potensial. Ia kamudian lulus dengan nilai yang memuaskan kemudian berencana untuk menjadi dosen di almameternya, namun kenyataan berkata lain, ia ditolak karena suatu alasan yang aneh, bahwa ia adalah seorang keturunan Tionghoa. Karena sakit hati, lantas ia melamar menjadi dosen di Kanada, dan ia sangat dihargai di sana, hingga sampai saat ini ia menetap di negara tersebut.

Saturday, April 19, 2014

Gadget Addict vs Be Present


“Handphone mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”
//

Attitude negatif yang dimiliki oleh pemuda masa kini adalah, “Gadget Addict”

Saya pernah bertemu dengan beberapa orang yang “Gadget Addict”. Sangat menjengkelkan ketika seharusnya kita bertemu dan berbicara, namun malah lawan bicara kita asik sendiri dengan handphone nya. Sangat sering saya melihat ataupun mengalami situasi dimana sekumpulan pemuda berkumpul, bukanya ngobrol tapi malah asik dengan handphone sendiri.

Listen



“Great Leaders always try to listen & responsive. Bad Leaders seringkali adalah bad listeners. Banyak good orator yang jadi good leaders kemudian jadi bad karena nggak good dalam mendengarkan masukan orang lain, terutama followers-nya. Pengalaman saya bertemu dengan leaders yang saya anggap good.. 'They listen well kala orang memberi input.. dari siapapun input tersebut' ” – Handry Satriago
"Mendengar" adalah skill yang gampang-gampang susah. Mendengar akan mudah jika orang yang berbicara adalah orang yang kita sukai atau materinya yang menarik. Tapi lain ceritanya jika yang berbicara adalah orang yang tidak kita suka, konten yang dibicarakan tidak sesuai dengan kita atau mungkin saat terjadi perbedaan pendapat. Sangat sulit untuk dapat mengontrol ego untuk tetap mendengar jika situasi kedua tersebut terjadi.